Tunggulah pagi saat mata mulai terang, tutup matamu rasakan dingin embun bersamanya .. meskipun sekarang kita tak lagi satu tujuan. Pagi ini memang untuk kita.
Iya, kamu dan dia .. aku dan dia yang masih ku cari .
Kamu ingat siapa yang paling setia saat kita hampir berpisah ?? Kamu ingat siapa yang masih menggenggam erat tangan mu saat itu . Bukan kah setia itu harus berasal dari dua pihak ?? Lalu untuk apa menuntut, kalau dahulu menolak kata setia itu .
Sudah hampir kosong, sudah tak berisi lagi penuh Teh ini . Sama seperti rasa yang hambar, hati mu sudah tak pernah terisi lagi tentang manis nya kita .
Secangkir teh manis masih terseduh hangat,namun masih kurasakan hambar tanpa senyuman disudut bibirmu …
Penuhi aku bersama mimpi, biar pagi tak pernah pergi, bias cahaya terjemahkan bening embun dengan lebih indah bersamamu .. nanti .
Pernah selalu kau tinggalkan setengah cangkir kopi di beranda pagi, mungkinkah segala mimpi ini juga akan kau genapi?
Mencintaimu saat hujan turun …
Merindukanmu ketika pelangi datang …
Kehilanganmu bila malam menjelang …
Menemukanmu di fajar yang menyongsong …
Dan menikahimu adalah senja yang indah.